large image

Kepala Madrasah

WIDODO, M.Pd NIP. 19710818 199903 1 002 Pangkat/ Gol. Ruang : Pembina, IV/a Tempat dan Tanggal Lahir : Lampung, 18 Agustus 1971 Alamat : Desa Padang Petron Kec. Kaur Selatan...



Login Member
Username:
Password :
Link Website
Webmailkemenag riemisbidikmisinpsnnisne-mpa kemenag riedukasi
Jadwal Sholat
Pesan, Kritik & Saran

Dirjen Pendis: Kita Fokus pada Pendidikan yang Bermutu dan Berkualitas

Tanggal : 10/01/2017, 13:24:23, dibaca 53 kali.

Rabu, 23 Agustus 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 46 Kali

Jakarta (Pendis) - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Dit. PTKI) terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas tenaga pendidik (dosen) dengan berbagai program, salah satunya program 5000 doktor dalam negeri yang menjadi tugas dan fungsi (tusi) Subdit Ketenagaan Dit. PTKI. Demikian disampaikan Kasubdit Ketenagaan, Syafi`i dalam kegiatan Sosialisasi Program Fresh Graduate di Swiss-Belinn, Kemayoran, Jakarta, Senin (21/08).

"Program 5000 Doktor dalam negeri menjadi salah satu fokus kita dalam penguatan kapasitas dosen PTKI. Pada tahun ini peserta kandidat doktor dalam negeri yang lolos seleksi dengan kualifikasi sebagai berikut, 60% dosen bukan PNS pada PTKIS dan 40% dosen PNS di PTKIN. Dosen PNS lebih sedikit yang lulus disebabkan beberapa kemungkinan. Pertama, dosen PTKIN yang mengambil program doktor lebih banyak yang memilih prodi umum. Kedua, dosen PTKIN jika mengikuti program beasiswa maka banyak kehilangan haknya antara lain tunjangan profesi, tunjangan fungsional, dan kehilangan kesempatan mendapat KUM. Ketiga, banyak yang tidak memenuhi syarat, terutama terkait batas umur," ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Kamaruddin Amin dalam sambutan pembukaan berharap lulusan program 5000 Doktor Dalam Negeri menghasilkan mahasiswa yang berkualitas dan bermutu sesuai dengan studi yang disandangnya.

"Jika Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2008-2012 berorientasi pada akses pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, maka pada RPJM 2015-2019 orentasinya bergeser pada mutu dan kualitas. Kita tidak lagi mentargetkan mahasiswa sebanyak-banyaknya tapi mahasiswa yang bermutu dan berkualitas. Karena kita ingin menyetak anak didik yang qualified," ungkapnya.

Di hadapan para Direktur Pascasarjana PTKIN dan PTKIS Dirjen Pendis menekankan peningkatan standar pelayanan buku refrensi mahasiswa doktoral. "Saya sering mengatakan standar referensi harus berkelas internasional, komplit, perfect, seperti halnya yang ada di luar negeri. Misalnya buku tafsir harus punya koleksi karya klasik sampai yang modern, perspektif sarjana muslim maupun sarjana barat, sehingga kandidat doktor punya referensi lengkap dari semua sisi dan nantinya dia akan ahli di bidangnya," tandas Kamaruddin.

Ia menambahkan, "hal yang penting lainnya adalah Sumber Daya manusia (SDM) di pasca harus berstandar internasional, apalagi untuk doktor. Standar internasional itu minimal mempunyai akses dalam pergaulan, mempunyai networking untuk mengakses dan mampu mengupdate setiap bidang studi berstandar internasional. Sehingga kita tidak hanya mengajarkan hasanah intelektual yang sudah ada, namun mampu memproduksi pengetahuan baru. Ini menjadi tantangan kita yang harus dibongkar," tuturnya.

Di akhir sambutan Dirjen berharap, "kita akan terus tingkatkan, setidaknya mutu dan kualitas standar PTKI bisa seperti universitas di luar negeri,"pungkasnya. (ogie/dod)

 


Share on :

Berita Lainnya :
ok
FB COMMENT
Komentar MAN Bintuhan
Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas



   Kembali ke Atas

Kembali ke atas